IAIN Kerinci Gelar Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Doktoral (S3)PAI

IAIN Kerinci Gelar Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Doktoral (S3)

SUNGAI PENUH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci resmi membuka Program Studi Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI), Kegiatan ini Asasemen Lapangan Berlangsung Di Gedung SBSN Rektorat Lantai 2, Selasa (23/12), sebagai bagian dari komitmen penguatan keilmuan Islam yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Pembukaan program ini dilatarbelakangi oleh kekayaan budaya masyarakat Kerinci yang memiliki karakter kuat dan selaras dengan ajaran Islam.

Dalam Sambutan Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., iya menjelaskan, masyarakat Kerinci memiliki warisan budaya yang bernilai tinggi, seperti aksara Incung, tradisi adat, serta sistem nilai yang dirumuskan dalam falsafah hidup “adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah.” Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan Program Doktoral PAI di IAIN Kerinci.

"Program PAI IAIN Kerinci mengusung pendekatan antropo-edukatif, yakni pendekatan pendidikan yang menempatkan aspek budaya, sosial, dan kemanusiaan sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendekatan ini bertujuan agar ajaran Islam tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat".ujar rektor.

Melalui pendekatan tersebut, Program PAI diharapkan mampu melahirkan pendidik dan akademisi yang memiliki pemahaman keislaman yang moderat, inklusif, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kearifan lokal. Selain itu, program ini juga menjadi sarana pelestarian dan pengembangan budaya Kerinci melalui kajian akademik yang sistematis.

Sementara itu, Kasubdid  Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan islam Direktorat Jenderal pendidikan Islam  Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. A. Rafiq Zainul Mun'im, S.Th.I., M.Fil.I.,M. dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen mutu dan keberlanjutan program studi doktoral. Ia menyampaikan bahwa pembukaan program S3 harus disertai dengan kesiapan akademik yang matang, budaya riset yang kuat, serta dukungan kelembagaan yang konsisten.

“Program doktoral bukan hanya soal pemenuhan administrasi, tetapi juga tentang keseriusan institusi dalam membangun tradisi keilmuan dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak,” ungkapnya.

Pembukaan Program PAI ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan akademisi dan tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa penguatan pendidikan Islam berbasis budaya lokal merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas keislaman sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.Selain sebagai wahana pengembangan kompetensi pendidik, Program PAI IAIN Kerinci juga berperan sebagai pusat kajian pendidikan Islam berbasis budaya lokal. Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, program ini diharapkan berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan lainnya.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI 
©2025 IAIN Kerinci