Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, menegaskan pentingnya peran agama dalam memperkuat ketahanan pangan global. Dalam pidato berbaha Inggris pada PaRD Annual Forum 2025 yang digelar di Istanbul, Turki, ia menyebut bahwa isu pangan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika, sosial, dan spiritual.
“Menjamin setiap orang memiliki akses terhadap makanan yang aman, bergizi, dan cukup adalah tanggung jawab kemanusiaan sekaligus tanggung jawab spiritual,” ujar Prof. Kamaruddin dari Jakarta, mewakili pemerintah Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks Islam, prinsip halalan tayyiban — makanan yang halal dan baik — sejalan dengan nilai universal ketahanan pangan yang menekankan keamanan, kesehatan, dan keberlanjutan. Namun, Indonesia sebagai negara multireligius juga memastikan kebijakan pangan nasional tetap inklusif dan menghormati keragaman keyakinan.
Kamaruddin menyoroti empat pilar utama ketahanan pangan: ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas, yang harus dijalankan dengan nilai-nilai moral. Ia menambahkan, agama menyediakan infrastruktur sosial yang kuat melalui zakat, sedekah, dan solidaritas lintas iman untuk membantu masyarakat rentan.
Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung upaya Indonesia memperluas perdagangan halal internasional melalui kesepakatan pengakuan bersama (Mutual Recognition Agreement/MRA) dengan berbagai negara, guna membangun kepercayaan dan memperkuat rantai pasok global.
Lebih lanjut, Prof. Kamaruddin menilai PaRD telah menjadi wadah penting yang mempertemukan pemerintah, lembaga keagamaan, akademisi, dan organisasi multilateral dalam upaya pembangunan berkelanjutan berbasis nilai keagamaan. Ia bahkan mendorong pembentukan PaRD Asia sebagai platform kolaborasi regional.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal logistik dan pertanian, tetapi juga soal hati nurani. Agama memberi arah etika dan semangat moral agar tidak ada yang kelaparan,” tegasnya.
Ia menutup pidato dengan ajakan universal:
“Mari bertindak bersama — dengan kebijaksanaan, kasih sayang, dan keberanian.
- Log in to post comments
