SUNGAI PENUH — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam ilmu kebahasaaraban, tetapi juga tangguh dalam kepemimpinan. Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat Dasar (PKMD) tahun 2025 yang digelar selama dua hari (30–31/8), dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna dan pengalaman berharga.
Bertempat di ruang baca lantai 3 Gedung Perpustakaan Digital, Kampus Utama IAIN Kerinci, hari pertama PKMD diisi dengan materi kepemimpinan dan organisasi demi menggugah kesadaran mahasiswa akan pentingnya peran mereka sebagai calon pemimpin masa depan. Ustadz Yoza Andi Putra, M.Pd., selaku Kaprodi PBA, membuka sesi dengan paparan mengenai arah dan pencapaian prodi, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kedudukan, melainkan pengabdian dan keberanian melayani.
“Pelatihan ini harus kita maknai sebagai langkah awal untuk menumbuhkan tradisi kepemimpinan yang sehat di kalangan mahasiswa PBA,” ungkapnya penuh makna.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Al Amin Hadi, M.Pd.I., yang menekankan pentingnya organisasi sebagai ruang penggemblengan diri. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa tanggung jawab, solidaritas, dan keberanian menyuarakan kebenaran ditempa melalui dinamika berorganisasi. Sesi dilanjutkan oleh Ustadz Ferki Ahmad Marlion, yang membahas manajemen organisasi. Dengan pengalamannya di berbagai organisasi, ia menekankan perlunya integritas, profesionalitas, serta kepedulian dalam mengelola organisasi agar tidak terjebak pada kepentingan pribadi. Suasana diskusi yang hangat, reflektif, dan penuh antusiasme membuat hari pertama PKMD benar-benar menjadi ruang tumbuh intelektual yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat baru.
Memasuki hari kedua, nuansa pelatihan bergeser dari ruang kelas menuju alam terbuka. Mahasiswa diajak mengikuti hiking dengan medan beragam—melewati hutan rimbun, sungai jernih, tanjakan terjal, hingga jalan licin yang menguji fisik sekaligus mental. Setiap rintangan menjadi simbol perjalanan hidup yang menuntut kesabaran, kerjasama, dan kepedulian. Di sepanjang perjalanan, peserta juga mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan keberanian mengambil keputusan, rasa tanggung jawab, solidaritas, dan kemampuan strategi.
Kegiatan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kaprodi PBA, Ustadz Yoza Andi Putra, M.Pd., yang hadir sejak awal hingga akhir kegiatan. Beliau tidak hanya mengarahkan, tetapi juga berbaur bersama mahasiswa, menjadi teladan kepemimpinan yang membimbing dengan kehadiran nyata. Turut hadir pula Ustadz Ferki Ahmad Marlion yang mendampingi, memberi dukungan moral, serta mengaitkan setiap rintangan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang perlu dimaknai mahasiswa.
Suasana kebersamaan begitu terasa, mahasiswa saling membantu saat menapaki jalan terjal, berbagi beban di tengah rintangan, dan bersorak bersama ketika berhasil menyelesaikan permainan. Semua itu menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal memimpin, tetapi juga menguatkan, melayani, dan menjaga sesama.
Dalam penutupannya, Kaprodi PBA menyampaikan harapan besar agar PKMD tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Dalam penutupannya, Kaprodi PBA, Ustadz Yoza Andi Putra, M.Pd., menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai sekadar agenda tahunan. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilestarikan dan dipertahankan. Menurutnya, pembelajaran kepemimpinan tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga di alam terbuka yang penuh tantangan, tempat solidaritas diuji dan rasa tanggung jawab dipertajam.
“Apa yang dipelajari hari ini semoga membentuk pribadi yang lebih matang, lebih peduli, dan lebih siap berkontribusi, baik bagi Program Studi PBA maupun masyarakat luas,” tutupnya.
Tak lupa, Kaprodi menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia acara yang telah bekerja keras sejak awal hingga akhir, serta kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan dengan sepenuh hati. Apresiasi ini menjadi penutup yang hangat, seakan menegaskan bahwa keberhasilan sebuah acara bukan hanya milik pemimpin, melainkan buah kerja sama seluruh pihak.
Dengan berakhirnya kegiatan, PKMD PBA 2025 tercatat bukan hanya sebagai pelatihan formal, melainkan perjalanan kolektif yang menyatukan ilmu, pengalaman, kebersamaan, dan doa. Dari ruang refleksi hingga rimba yang penuh tantangan, mahasiswa belajar bahwa kepemimpinan adalah perjalanan panjang yang harus dijalani dengan hati ikhlas, langkah tegas, dan jiwa penuh empati.
- Log in to post comments
