IAIN Kerinci Buka Orientasi PPG Batch II Tahun 2025: 600 Peserta dari Seluruh Nusantara Ikuti Secara Daring

IAIN Kerinci Buka Orientasi PPG Batch II Tahun 2025: 600 Peserta dari Seluruh Nusantara Ikuti Secara Daring

SUNGAI PENUH – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik profesional melalui penyelenggaraan Orientasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch II Tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (2/9) ini resmi dibuka oleh Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., bersama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Eva Ardinal, M.Ag., dengan melibatkan 600 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

PPG merupakan program nasional hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Kementerian Agama. Program ini bertujuan untuk melahirkan guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai standar pendidikan nasional. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab tantangan dunia pendidikan yang kian dinamis.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kerinci menegaskan bahwa PPG bukan hanya sebatas proses akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk pembangunan pendidikan Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran guru profesional dalam menghadirkan perubahan positif di tengah tantangan global.

“Dengan mengikuti PPG, para peserta diharapkan tidak hanya menguasai aspek pedagogik, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Guru profesional adalah agen perubahan yang dapat membawa pendidikan Indonesia menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa IAIN Kerinci sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) telah memiliki rekam jejak yang kredibel dalam penyelenggaraan PPG. Dengan dukungan tenaga pengajar kompeten, sistem akademik yang adaptif, serta komitmen pada mutu pembelajaran, IAIN Kerinci diyakini mampu mencetak lulusan PPG yang siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia.

Senada dengan itu, Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, menegaskan bahwa orientasi merupakan tahap penting bagi peserta untuk memahami sistem, mekanisme, serta tujuan program secara menyeluruh. Ia menekankan perlunya inovasi dalam proses pembelajaran agar peserta tidak hanya siap secara teori, tetapi juga terampil menerapkan strategi pembelajaran kreatif di lapangan.

“Kami memastikan pelaksanaan PPG Batch II ini dirancang dengan pendekatan adaptif, memanfaatkan teknologi digital, serta melibatkan instruktur yang berkompeten. Selain itu, kolaborasi antara dosen, guru pamong, dan peserta menjadi kunci dalam memperkaya pengalaman belajar serta memperkuat kompetensi profesional guru di masa depan,” jelasnya.

Kurikulum PPG di IAIN Kerinci sendiri dirancang untuk lebih komprehensif, dengan tidak hanya menekankan aspek pedagogik, tetapi juga mengintegrasikan praktik lapangan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mampu menghadapi dinamika pendidikan global yang semakin kompleks sekaligus berkontribusi pada penguatan ekosistem pendidikan di daerah masing-masing.

Dengan jumlah peserta yang signifikan serta dukungan penuh sivitas akademika, Orientasi PPG Batch II Tahun 2025 di IAIN Kerinci menjadi momentum penting dalam melahirkan guru profesional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan, demi terwujudnya pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.