Rektor IAIN Kerinci Apresiasi Raihan WTP, Kemenag: Dorongan untuk Meningkatkan Tata Kelola dan Layanan Pendidikan

Rektor IAIN Kerinci Apresiasi Raihan WTP, Kemenag: Dorongan untuk Meningkatkan Tata Kelola dan Layanan Pendidikan

SUNGAI PENUH, IAIN Kerinci – Komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kembali mendapat pengakuan nasional. Untuk kesembilan kalinya sejak 2016, Laporan Keuangan Kemenag memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Capaian yang tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 31a/S/VII/05/2025 tertanggal 27 Mei 2025 ini menjadi bukti konsistensi Kemenag dalam mengelola keuangan negara secara bersih, transparan, dan akuntabel sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara dan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.,  menekankan bahwa opini WTP tidak boleh dipandang semata sebagai prestasi administratif, melainkan harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.

“Saat ini tidak cukup kita hanya meraih WTP. Lebih dari itu, saya minta jajaran Kemenag untuk melakukan kerja-kerja yang berdampak bagi masyarakat. Program-program yang kita buat jangan sekadar seremoni, melainkan harus menghadirkan dampak nyata,” tegasnya di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, raihan WTP ke-9 menjadi teladan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional di seluruh satuan kerja Kementerian Agama. Ia menilai semangat menjaga integritas keuangan harus diterjemahkan dalam peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai bagian dari Kementerian Agama, IAIN Kerinci merasa bangga dan termotivasi dengan raihan ini. Prestasi tersebut harus menjadi teladan bagi seluruh satuan kerja, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, untuk mengelola keuangan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme,” ujarnya.

Rektor menambahkan bahwa pengelolaan keuangan di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Setiap rupiah yang dikelola, menurutnya, harus memberi dampak langsung bagi civitas akademika maupun masyarakat luas. Hal ini mencakup penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan literasi keagamaan.

“Di IAIN Kerinci, kami berkomitmen agar program akademik maupun non-akademik benar-benar menghadirkan manfaat nyata, bukan hanya bersifat administratif semata,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya empati dalam perumusan program, sehingga kampus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendidikan tinggi keagamaan Islam perlu merespons tantangan zaman dengan inovasi yang berpijak pada realitas sosial.

“Program pendidikan tinggi harus berbasis pada kebutuhan umat. Karena itu, kami di IAIN Kerinci terus berupaya menghadirkan kegiatan dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kerinci dan sekitarnya,” tambahnya.

Dengan capaian ini, IAIN Kerinci meneguhkan komitmennya untuk terus berbenah dalam tata kelola serta memastikan setiap langkah kebijakan selaras dengan visi Kementerian Agama: menghadirkan layanan publik yang transparan, akuntabel, dan memberi kebermanfaatan nyata.