SUNGAI PENUH – Sebanyak 734 mahasiswa mengikuti kegiatan pelepasan dan serah terima Kuliah Kerja Nyata Berbasis Moderasi Beragama (KKN-BMB) Tahun 2022 yang dilaksanakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci bertempat di Kampus Utama, Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh pada Senin (6/6). Agenda ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Kerinci, Dr. Asa’ari, M.Ag.
Sesuai dengan kebijakan institusi, mahasiswa peserta KKN-BMB IAIN Kerinci tersebut ditempatkan di 61 lokasi lingkungan Kabupaten Kerinci yang meliputi 6 wilayah kecamatan seperti Siulak Mukai, Gunung Kerinci, Kayu Aro, Kayu Aro Barat, dan Gunung Tujuh. Di samping itu pula, dalam sambutannya, Rektor juga mengaku senang bahwa agenda KKN mahasiswa tahun ini dapat diselenggarakan secara normal jika dibandingkan pada beberapa tahun belakangan semasa pandemi Covid-19 yang dilaksanakan melalui daring.
“Kita bersyukur sekali tahun 2022 ini diberikan kesempatan untuk kembali melaksanakan agenda kegiatan KKN mahasiswa secara langsung ke lapangan. Terbilang sudah dua tahun kita hanya dapat melaksanakannya secara online saja. Tahun ini Alhamdulillah, batasan itu sudah tidak ada. Kita tentunya berdo’a agenda kali ini dapat berjalan dengan baik dan lebih baik dari pada sebelumnya,” papar Rektor.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kerinci, Dr. Zufriani, M.H. membeberkan bahwa agenda KKN-BMB Mahasiswa IAIN Kerinci tahun ini bersifat tematik yang langsung ditentukan oleh Kementerian Agama yakni bernuansa moderasi beragama. Zufriani mengaku, tema moderasi beragama selain menjadi semangat visi-misi institusi sekaligus juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk beradaptasi dan mengaplikasikan pemahaman nilai agama dan toleransi sosial di dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sadari bahwa penguatan pada aspek-aspek toleransi agama ini menjadi hal yang krusial bagi setiap orang, terutama mahasiswa kita. Ada lima aspek yang bisa dilihat KKN ini yang berbasis moderasi beragama, memang itu telah direncanakan oleh kementerian agama dan dilaksanakan di Kerinci tepatnya di Kayu Aro. Karena di Kayu Aro banyak agama yang di sana dan memang mereka sangat bertoleransi,” ungkapnya.
Melalui KKN-BMB, beliau berharap mahasiswa IAIN Kerinci dapat secara konkrit memberikan manfaat praktis bagi masyarakat dan juga sekaligus menjadi sosok inspiratif yang secara konsisten serta berkesinambungan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan agama Islam. Menurutnya, sinergitas antara keilmuan umum dan agama pada akhirnya akan membawa keseimbangan sosial yang berorientasi kemaslahatan hidup manusia. Hal ini dianggapnya penting sebagai sumber energi segar dan terbarukan ditengah paparan ekosistem informasi yang masif pada generasi anak muda sekarang dan kedepan.
“Institusi tentunya secara konsisten berkomitmen untuk melakukan segala upaya untuk menciptakan nuansa kelimuan umum seperti sains, sosial, dan agama menjadi satu interelasi yang sifatnya konvergensi. KKN berbasis moderasi agama ini tentunya menjadi ide yang baik untuk diterapkan demi mewujudkan keseimbangan sosial dan alam pada kehidupan sehari-hari kita,” Tambahnya.
(Media Center-TIPD)
- Log in to post comments
