SUNGAI PENUH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus memperkuat tata kelola anggaran yang transparan, efektif, dan akuntabel melalui standardisasi penyusunan Terms of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Upaya tersebut disosialisasikan kepada seluruh fakultas, unit, dan lembaga dalam kegiatan pengelolaan anggaran yang berlangsung di Mini Teater Lantai 4 Gedung SBSN Perpustakaan Digital IAIN Kerinci, Selasa (3/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam memastikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran berjalan sesuai regulasi, berorientasi pada kinerja, serta mendukung pencapaian target institusi.
Dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber Dr. M. Nurzein, M.Pd. dan Dr. Ravico, M.Hum. tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai tata cara penyusunan TOR dan RAB yang sesuai standar pemerintah. Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Fungsional Perencana, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Satuan Pengawas Internal (SPI), dan Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) sebagai bagian dari upaya bersama membangun sistem pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan terintegrasi.
Dalam pemaparannya, Dr. M. Nurzein menjelaskan bahwa TOR merupakan dokumen penting yang menjadi landasan pelaksanaan setiap program dan kegiatan. Karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan keterkaitan antara program yang direncanakan dengan target kinerja yang ingin dicapai oleh institusi. Menurutnya, terdapat dua prinsip utama yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan TOR, yakni kemampuan dokumen tersebut dalam menjawab kebutuhan kinerja organisasi serta kesesuaiannya dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, setiap kegiatan yang diusulkan memiliki arah yang jelas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan institusi.
“Setiap TOR yang disusun harus mampu menjawab kebutuhan kinerja institusi dan mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Rektor. Karena itu, setiap kegiatan yang diusulkan harus memiliki output dan outcome yang jelas sehingga penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” ujar Dr. M. Nurzein.
Selain membahas TOR, peserta juga diberikan pemahaman terkait penyusunan RAB yang sesuai dengan standar pengelolaan keuangan pemerintah. Penyusunan anggaran, menurutnya, tidak boleh dilakukan secara asal, melainkan harus memperhatikan standar biaya, kebutuhan riil kegiatan, serta prinsip efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Sementara itu, Dr. Ravico, M.Hum. menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung tata kelola anggaran di lingkungan perguruan tinggi. Perkembangan teknologi informasi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menyederhanakan proses administrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan perencanaan dan penganggaran.
“Digitalisasi proses perencanaan dan penganggaran merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Melalui aplikasi SIM-A, seluruh proses penyusunan TOR dan RAB dapat dilakukan secara lebih sistematis, terukur, dan terdokumentasi dengan baik sehingga mendukung terwujudnya tata kelola yang transparan dan akuntabel,” Ujar Dr. Ravico.
Sebagai implementasi dari transformasi digital tersebut, IAIN Kerinci menghadirkan SIM-A (Sistem Informasi Manajemen Anggaran) yang dikembangkan melalui sinergi antara Fungsional Perencana, SPI, LPM, dan TIPD. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan seluruh unit kerja dalam menyusun TOR dan RAB secara lebih cepat, praktis, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Menurut Dr. Ravico, pengembangan SIM-A akan terus dilakukan sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyusunan dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam monitoring realisasi anggaran dan pelaporan kinerja. Melalui integrasi teknologi dan kolaborasi lintas unit, IAIN Kerinci optimistis mampu mewujudkan tata kelola anggaran yang profesional, transparan, dan sejalan dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai fondasi pengelolaan perguruan tinggi yang modern dan berintegritas.
“Kami berharap SIM-A tidak hanya menjadi aplikasi pendukung administrasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengendalian, dan evaluasi program secara berkelanjutan. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh proses pengelolaan anggaran dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
Melalui penguatan pemahaman penyusunan TOR dan RAB serta pemanfaatan aplikasi SIM-A, IAIN Kerinci terus berkomitmen membangun tata kelola anggaran yang transparan, efektif, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Komitmen tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja, sekaligus mendukung pencapaian visi IAIN Kerinci Mewujudkan Perguruan Tinggi yang Andal dan Unggul Berbasis Teknologi Informasi untuk Menghasilkan Lulusan yang Cerdas, Kompeten, dan Maslahat
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
