IAIN Kerinci Dorong Kesadaran Ekoteologis Generasi Muda Melalui Pelatihan Optimalisasi Bank Sampah

IAIN Kerinci Dorong Kesadaran Ekoteologis Generasi Muda Melalui Pelatihan Optimalisasi Bank Sampah

SUNGAI PENUH – Dalam upaya membangun kesadaran ekoteologis pada generasi muda, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kerinci sukses menggelar pelatihan “Optimalisasi Bank Sampah sebagai Gerakan Sosial Desa.” Kegiatan pengabdian berbasis kelembagaan ini, yang berfokus pada pengelolaan sampah dengan pendekatan spiritual dan praktis, dilaksanakan di Ruang Pertemuan LP2M Kampus Utama, Jum'at (29/11). Pelatihan tersebut diikuti secara antusias oleh puluhan pemuda dari Karang Taruna Tunas Muda Desa Pendung Tengah Penawar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Kerinci, Dr. Faizin, M.Ag, saat membuka acara, menegaskan urgensi perubahan paradigma pemuda terhadap sampah, yang selama ini cenderung dipandang sebagai beban lingkungan dan masalah tanpa nilai. Beliau menyatakan bahwa pelatihan ini adalah katalisator yang penting untuk menggeser persepsi dari sekadar pembuangan menjadi peluang ekonomi kreatif. Iya menekankan pentingnya adopsi sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat desa, di mana Bank Sampah berperan sebagai model solusi.

“Selama ini, kita cenderung memandang sampah sebagai sesuatu yang kotor dan tidak bernilai ekonomis. Namun, melalui pelatihan ini, kami berharap terjadi perubahan pola pikir (mindset). Sampah yang tampaknya tidak berarti justru dapat diolah menjadi nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan sistem yang benar, seperti Bank Sampah,” ujar Dr. Faizin.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan upaya akademis untuk melahirkan generasi muda di tingkat desa yang memiliki karakter kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Ketua LP2M IAIN Kerinci, Prof. Usman, M.Ag, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari peta jalan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah ditetapkan oleh lembaga untuk tahun 2025. Beliau memaparkan bahwa LP2M telah merancang empat skema utama PkM yang berfokus pada isu-isu sosial, keagamaan, dan kelembagaan yang relevan bagi masyarakat Kerinci. Program saat ini, yang berbasis kelembagaan dengan fokus ekoteologis dan Bank Sampah, merupakan mata rantai penting yang menyambung program-program sebelumnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan ke-3 dari 4 kegiatan PkM yang kami laksanakan tahun ini. Sebelumnya, kami telah sukses melaksanakan pengabdian berbasis moderasi beragama dan pengabdian berbasis pondok pesantren. Kegiatan yang ketiga ini adalah pengabdian berbasis kelembagaan,” jelas Prof. Usman.

Ia menambahkan bahwa skema keempat PkM akan mengangkat isu sosial kontemporer, yakni “bullying di era digital,” yang akan dilaksanakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Kerinci. Komitmen LP2M adalah terus mengembangkan bentuk-bentuk pengabdian yang memberikan kontribusi langsung dan relevan bagi kemajuan sosial-ekonomi masyarakat Kerinci.

Untuk memastikan peserta memperoleh wawasan dan keterampilan aplikatif, LP2M menghadirkan praktisi berpengalaman dari Bank Sampah Sahabat Alam Kota Sungai Penuh, yaitu Yuli Emilia Rosa, ST. (Founder Bank Sampah Sahabat Alam), Fitra Rahmadhani (Wakil Ketua Bank Sampah Sahabat Alam).

Para narasumber membekali peserta dengan materi komprehensif, meliputi:

  • Prinsip dasar manajemen Bank Sampah

  • Teknik pemilahan sampah yang efektif

  • Strategi pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan

  • Praktik daur ulang sederhana yang dapat diimplementasikan di tingkat desa.

Peserta Karang Taruna terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi diskusi dan praktik lapangan. Di akhir sesi, para peserta didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL) sebagai langkah awal untuk membentuk gerakan sosial desa menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan ini menjadi langkah konkret IAIN Kerinci dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian, dengan isu lingkungan hidup. Melalui pelibatan Karang Taruna sebagai agent of change, IAIN Kerinci berharap dapat memicu terciptanya gerakan sosial ekologis yang berkesinambungan dan mengakar kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci