MAHASISWA FTIK IAIN KERINCI BORONG JUARA LOMBA MICROTEACHING TINGKAT NASIONAL

MAHASISWA FTIK IAIN KERINCI BORONG JUARA LOMBA MICROTEACHING TINGKAT NASIONAL

SUNGAI PENUH – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Tiga mahasiswanya sukses mengukir sejarah dengan menyapu bersih gelar Juara 1, 2, dan 3 dalam ajang Lomba Micro Teaching Tingkat Nasional, Sabtu (09/08). yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar.

 

Perlombaan yang menjadi bagian dari Lomba Biologi Sains (LOBIS) 2025 ini mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi dan Menerapkan Pembelajaran bagi Calon Guru melalui Microteaching yang Inovatif Berbasis Media Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka”. Ajang ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga persaingan berlangsung ketat dan penuh tantangan.

 

Ketua Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Kerinci, Betaria Putra, M.Pd.,  menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi gemilang yang diraih oleh tiga mahasiswa jurusan Biologi yang berhasil meraih juara 1,2,3 pada lomba micro teaching tingkat nasional  2025., Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi dan semangat belajar yang tinggi dari mahasiswa, bimbingan para dosen, serta dukungan penuh dari fakultas dan institut. prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Biologi  FTIK IAIN Kerinci  mampu bersaing di tingkat nasional  dengan kemapuan pedagogik dan kreativitas yang luar biasa.

 

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu mengintegrasikan penguasaan materi, keterampilan pedagogik, dan inovasi media pembelajaran. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa agar mereka siap menjadi pendidik profesional ” ujarnya.

 

Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva ardinal, M.A., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswa tersebut. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan kreativitas mahasiswa kita. Mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan Kurikulum Merdeka. besar harapan  prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menorehkan karya terbaik.
 

“Kita ingin para mahasiswa tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik yang menginspirasi, yang dapat membawa perubahan positif di dunia pendidikan. Prestasi ini menjadi langkah penting menuju visi besar kita untuk menjadikan IAIN Kerinci sebagai kampus yang progresif, adaptif, dan unggul di berbagai bidang,” ujarnya

 

Dekan juga menegaskan bahwa keberhasilan ini selaras dengan visi besar kampus untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci. Kami ingin membangun IAIN Kerinci menjadi kampus yang progresif, adaptif, dan unggul di berbagai bidang. Prestasi ini adalah bukti bahwa kita siap menuju transformasi menjadi UIN Kerinci. Sumber daya manusia kita—baik dosen maupun mahasiswa—sudah menunjukkan kualitas yang layak bersaing di kancah nasional.
 

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., juga memberikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa FTIK. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa FTIK IAIN Kerinci mampu mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital. Keberhasilan ini juga selaras dengan arah pengembangan kampus yang progresif, berwawasan global, dan siap menuju status baru sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.
 

“Ini adalah bukti bahwa kita memiliki mahasiswa dengan potensi luar biasa. Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama fakultas, tetapi juga membawa harum nama IAIN Kerinci di kancah nasional. Ke depan, kita akan terus mendorong program pembinaan, kolaborasi riset, dan pengembangan inovasi pembelajaran untuk mempersiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi. ,” ungkapnya.
 

Profil singkat sang juara:

1. Dewi Mulyani – Juara 1
Dewi tampil memukau dengan strategi pembelajaran yang memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga menciptakan suasana kelas yang dinamis. Ia aktif menulis karya ilmiah, beberapa di antaranya terbit di jurnal nasional terindeks SINTA 4. Selain itu, ia menjadi Tutor di The Ahmad Internasional Reasource.
 

2. Phirza – Juara 2
Mahasiswa aktif di Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan berbagai organisasi ini menampilkan pembelajaran berbasis media inovatif yang mendapat apresiasi dari dewan juri.
 

3. Ema – Juara 3
Ema dikenal menguasai materi dengan mendalam dan memiliki kemampuan menulis artikel ilmiah.Selain itu, ia menjadi Tutor di The Ahmad Internasional Reasource.
 

Dengan torehan prestasi ini, Dewi, Phirza, dan Ema menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater. IAIN Kerinci optimis bahwa transformasi menjadi UIN akan semakin memperkuat kapasitas akademik dan reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Riki – PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
© IAIN Kerinci 2025