Dukung Visi Menuju UIN Kerinci, IAIN Kerinci Perkuat Jejaring Internasional melalui Forum KSLN Kemenag

Dukung Visi Menuju UIN Kerinci, IAIN Kerinci Perkuat Jejaring Internasional melalui Forum KSLN Kemenag

IAIN KERINCI, Jakarta — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menunjukkan komitmennya dalam penguatan sumber daya manusia dan internasionalisasi kampus dengan menghadiri kegiatan nasional bertajuk ‘Pemanfaatan Kerjasama Luar Negeri (KSLN) dalam Rangka Pengembangan SDM Kementerian Agama, Rabu, (23/7).’ Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan dalam memanfaatkan peluang kerjasama luar negeri guna mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Acara yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (KLN) Sekretariat Jenderal Kemenag RI ini berlangsung di Aula UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan diikuti oleh perwakilan bagian kerjasama dari 76 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dan Swasta (PTKN/PTKS) se-Indonesia. Wakil Rektor III, Dr. Halil Khusairi, M.Ag., sebagai perwakilan dari IAIN Kerinci yang hadir menuturkan ini menjadi upaya menjalin kolaborasi dan menggali potensi kemitraan internasional yang dapat diimplementasikan di tingkat institusi.

“Partisipasi kami dalam forum ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju UIN Kerinci yang adaptif dan kompetitif di tingkat global,” ujar Dr. Halil Khusairi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan resmi dari Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, disusul dengan penyampaian materi dari narasumber utama. Sesi pertama disampaikan oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI yang memaparkan peluang strategis dalam kerjasama akademik dan beasiswa dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Kerjasama ini mencakup pertukaran mahasiswa, visiting professor, joint research, hingga program pelatihan keagamaan.

Sesi kedua diisi oleh perwakilan dari Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) RI yang menyoroti pentingnya pemanfaatan kerjasama teknik luar negeri sebagai bagian dari diplomasi pendidikan. Disampaikan pula bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat mengakses berbagai program pengembangan SDM yang ditawarkan oleh negara-negara mitra seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan negara-negara anggota ASEAN.

Halil juga menambahkan, IAIN Kerinci secara aktif tengah menyusun peta jalan internasionalisasi kampus yang selaras dengan arah transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri. Salah satu fokus utama dalam strategi tersebut adalah penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui mobilitas internasional, program beasiswa luar negeri, serta pengembangan riset kolaboratif lintas negara.

“Pemanfaatan KSLN menjadi peluang emas untuk membuka akses yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa dalam menempuh pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional di level internasional. Kami ingin menjadikan IAIN Kerinci sebagai institusi yang tidak hanya kuat secara lokal, tetapi juga terhubung secara global,” paparnya.

Melalui keikutsertaan dalam forum ini, IAIN Kerinci berharap dapat memperluas jejaring mitra internasional, sekaligus mempercepat transformasi kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Kementerian Agama untuk mendorong seluruh PTKN/PTKS agar lebih aktif dan terlibat dalam diplomasi pendidikan global.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta dari berbagai institusi membagikan pengalaman dan tantangan dalam menjalin kerjasama luar negeri, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti ke depan. Seluruh peserta diharapkan membawa pulang hasil dari forum ini untuk diterapkan dalam pengembangan institusi masing-masing, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam membangun SDM unggul, berdaya saing, dan berwawasan global.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
© 2025 - IAIN Kerinci