Jakarta - Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka secara resmi Sidang Kelulusan UM PTKIN 2025 dengan menekankan pentingnya transformasi pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Dalam sambutannya, beliau menyoroti tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian PTKIN: kebutuhan tenaga kerja masa depan, penguatan karakter lulusan, dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Menurutnya, dunia kerja saat ini dan ke depan membutuhkan lulusan yang tak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kompetensi psikologis, seperti kejujuran, ketahanan terhadap tekanan, dan integritas.
“Kurikulum harus menyesuaikan dengan kebutuhan ini. Salah satu pendekatan yang relevan adalah kurikulum cinta,” ujar Menteri Agama.
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) akan mempercepat perubahan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, PTKIN perlu merespons dengan inovasi dan pembaruan kurikulum yang tepat.
Rektor IAIN Kerinci menyambut positif arahan tersebut, dan menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai langkah transformasi kurikulum sejak dua tahun terakhir.
“Kami telah memulai penyesuaian sejak 2023 dan akan melakukan revolusi kurikulum secara menyeluruh mulai 2025. Implementasi penuh akan dilakukan pada 2026,” jelasnya.
Rektor menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan mencetak lulusan yang relevan, tangguh, dan berdaya saing di era digital.
- Log in to post comments
