Jakarta— Kementerian Agama RI menggelar pertemuan penting bersama para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia dalam rangka Koordinasi dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Jakarta dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Dr. phil. H. Kamaruddin Amin.
Selain membahas aspek teknis penetapan hasil UM-PTKIN 2025, pertemuan ini juga menjadi momen reflektif bagi arah pengembangan mahasiswa PTKIN ke depan. Dalam sambutannya, Prof. Kamaruddin Amin menyampaikan urgensi pentingnya pembinaan soft skill mahasiswa, khususnya kemampuan menghadapi tekanan dan stres.
“Mahasiswa kita harus dilatih untuk tangguh secara mental. Kemampuan mengelola stres itu bukan pelengkap, tapi kemampuan inti yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan profesional dan sosial,” ujar Sekjen Kemenag.
Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Dunia kerja saat ini, menurutnya, lebih menghargai individu yang memiliki daya tahan tinggi, stabil secara emosional, dan mampu mengelola tekanan dengan bijak. Rektor PTKIN Diminta Siapkan Program Penguatan Mental Mahasiswa.
Prof. Kamaruddin mengajak seluruh rektor PTKIN untuk menyusun program-program sistematis dalam pengembangan karakter mahasiswa. Ia menyarankan agar pelatihan soft skill dan pendampingan psikososial menjadi bagian integral dari kegiatan akademik dan nonakademik kampus.
“Kita tidak bisa berharap mahasiswa siap kerja atau siap memimpin jika mereka tidak siap secara mental. Kampus harus hadir memberi bekal itu,” tambahnya.
- Log in to post comments
