HMJ BKPI Sukses Jadi Tuan Rumah Musywil dan Seminar IMABKIN Wilayah 1 Sumatera

HMJ BKPI Sukses Jadi Tuan Rumah Musywil dan Seminar IMABKIN Wilayah 1 Sumatera

SUNGAI PENUH, IAIN Kerinci — Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HMJ BKPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) dan Seminar Ikatan Mahasiswa Bimbingan Konseling Indonesia (IMABKIN) Wilayah 1 Sumatera yang berlangsung di ruang pertemuan Rektorat IAIN Kerinci, Senin, (11/08).

Acara yang digelar selama satu hari penuh ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi mahasiswa BKPI lintas kampus, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan program kerja, memperkuat jaringan organisasi, dan merespons tantangan profesi konselor Islami di era digital. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa BKPI dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera, termasuk dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan Riau. Ketua IMABKIN Pusat, Misri al-Majid dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menyampaikan apresiasi kepada IAIN Kerinci sebagai tuan rumah, sekaligus mengajak seluruh anggota IMABKIN untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan profesi konselor Islami di Indonesia.

“Kami mengapresiasi IAIN Kerinci sebagai tuan rumah, sekaligus mengajak seluruh anggota IMABKIN untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan profesi konselor Islami di Indonesia," ujar Misri.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, Misri juga menegaskan bahwa IMABKIN saat ini dan ke depan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi calon konselor yang siap menjawab tantangan zaman. Menurutnya, IMABKIN adalah wadah strategis bagi mahasiswa BK untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan membangun kompetensi profesional berbasis nilai-nilai Islami. 

“Saya berharap dari forum ini lahir gagasan-gagasan segar yang mampu memperkuat layanan bimbingan konseling di seluruh Sumatera, bahkan seluruh Indonesia, kalau bisa dunia. Saling berkolaborasi menciptakan ruang bagi konselor untuk berbagi pengalaman dan ilmu,” ujarnya.

Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Misri, Ketua Program Studi (Prodi) BKPI IAIN Kerinci, Dr. Bukhari Ahmad, M.Pd., menyebut Musywil dan Seminar IMABKIN Wilayah 1 Sumatera ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah strategis untuk menyiapkan generasi konselor Islami yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, forum ini menjadi ruang aktualisasi diri mahasiswa sekaligus wahana untuk membangun jejaring profesional sejak di bangku kuliah. Ia optimistis, kolaborasi lintas kampus yang lahir dari forum ini akan melahirkan inovasi layanan bimbingan konseling yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, tanpa kehilangan nilai-nilai Islami sebagai landasan utama.

“Acara ini ibarat investasi jangka panjang bagi pengembangan profesi konselor Islami. Mahasiswa mendapat pengalaman berharga berinteraksi dengan rekan-rekan dari berbagai daerah, bertukar ide, dan memperkaya perspektif mereka tentang tantangan dan peluang di dunia bimbingan konseling," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FTIK, Dr. Rodi Hartono, M.Pd., memotivasi peserta untuk tidak hanya memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang strategis memperluas wawasan dan mempererat ukhuwah antar mahasiswa BK se-Sumatera saja, namun pertemuan lintas kampus semacam ini dapat sekaligus menjadi kesempatan emas untuk memperkuat kolaborasi yang praktis, terutama pada pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, seperti penguatan keilmuan akademik, penelitian kolaboratif, dan pengabdian masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai wilayah. Menurutnya, interaksi semacam ini tidak hanya memperkaya ide dan pengalaman, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi layanan bimbingan konseling Islami yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Manfaatkan forum ini untuk memperluas wawasan, mempererat ukhuwah, dan memperkuat kolaborasi tri dharma perguruan tinggi," ujar Rodi.

Pertemuan ini mendapat dukungan positif dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, M.A., yang dalam sambutannya menegaskan komitmen fakultas untuk selalu hadir dan berperan aktif dalam mendukung penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional. Eva juga menekankan pentingnya hasil musyawarah tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi melahirkan program kerja yang aplikatif, implikatif, terukur, dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi IMABKIN sendiri melainkan juga bagi masyarakat luas. Menurutnya, setiap rekomendasi dan rencana aksi yang dihasilkan dari forum ini harus mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat peran konselor Islami, serta mendorong terwujudnya layanan bimbingan konseling yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan publik.

"Fakultas siap mendukung, dan hasil musyawarah harus melahirkan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Dekan FTIK.

Dengan terselenggaranya Musywil dan Seminar IMABKIN Wilayah 1 Sumatera, IAIN Kerinci sebagai tuan rumah kembali membuktikan komitmennya dalam menggerakkan kolaborasi lintas perguruan tinggi serta mendorong penguatan peran konselor Islami yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Sejalan dengan semangat progresif dan slogan Auto-Cepat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan, jejaring, dan program kerja yang berorientasi pada aksi nyata bagi masyarakat. Momentum ini menegaskan posisi IAIN Kerinci sebagai pusat pengembangan keilmuan dan penggerak inovasi bimbingan konseling Islami di tingkat regional, dengan visi melangkah cepat menuju kemajuan yang bermanfaat luas.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 IAIN Kerinci