IAIN Kerinci Sambut Antusias Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Pendidikan Humanis

IAIN Kerinci Sambut Antusias Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Pendidikan Humanis

IAIN KERINCI, Sungai Penuh  Bertempat di Asrama Haji, Sudiang, Makassar. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) resmi diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kamis (24/7). Kurikulum ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis dalam sistem pendidikan, dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

 

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., menyebutkan sebagai bagian dari jaringan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, IAIN Kerinci siap mendukung implementasi KBC di perguruan tinggi. Kurikulum ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk mengintegrasikan seluruh aspek kemanusiaan dalam setiap materi dan aktivitas perkuliahan, tidak hanya pada aspek agama tetapi juga di bidang sains, seni, dan humaniora.

 

“Kami percaya Kurikulum Berbasis Cinta akan menjadi katalisator perubahan positif yang mendalam. Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter yang berempati dan peduli lingkungan,” ujarnya.

 

Integrasi KBC juga akan diperkuat melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis ekowisata dan bakti sosial. Mahasiswa didorong merancang proyek yang memadukan nilai-nilai cinta terhadap lingkungan, seperti penghijauan desa sekitar dan program edukasi sanitasi ramah anak. Langkah ini sejalan dengan upaya moderasi beragama yang mendorong toleransi dan inklusivitas.

 

Lebih lanjut, IAIN Kerinci berkomitmen untuk membuka peluang menghadirkan program sosialisasi dan pelatihan khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan. Melalui workshop tematik, studi kasus interdisipliner, dan kolaborasi dengan mitra kampus, IAIN Kerinci ke depan otomatis menjadi lembaga perguruan tinggi yang mampu menyediakan materi ajar dan metode evaluasi yang mencerminkan semangat cinta dan kebersamaan.

 

“Melalui KBC ini, kami mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk menghadirkan program sosialisasi dan pelatihan yang reflektif dengan seluruh elemen yang terlibat,” jelas Rektor.

 

Melalui kolaborasi aktif dengan Kemenag, IAIN Kerinci berharap KBC tidak hanya menjadi dokumen akademik, melainkan gerakan nasional yang membumikan semangat kasih sayang, persatuan, dan kepedulian ekologis di seluruh lapisan masyarakat. Penerapan KBC di Indonesia diharapkan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, kesadaran sosial, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, sehingga tercipta iklim pendidikan yang lebih inklusif, damai, dan berwawasan luas. Melalui jaringan alumni yang luas serta kemitraan strategis, IAIN Kerinci optimis dapat mempercepat adopsi kurikulum di wilayah Jambi dan sekitarnya—serta menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain.

PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 IAIN Kerinci