SUNGAI PENUH – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melalui Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggelar kegiatan International Community Service Di aula pertemuan Rektorat IAIN Kerinci, Kamis (23/11/2023). Kegiatan yang menghadirkan perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran dan pimpinan FTIK IAIN Kerinci sebagai narasumber ini diikuti 60 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan akademisi sebagai upaya memperluas wawasan global serta mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Iran.
Momentum tersebut menjadi simbol penting bahwa dunia pendidikan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai bangsa dalam semangat kolaborasi dan saling berbagi pengetahuan. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas akademik, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang memperkaya perspektif para peserta.
Dalam sambutannya, perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Reza Ebrahimi, mengapresiasi inisiatif IAIN Kerinci yang dinilainya mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pendidikan kedua negara. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Iran memiliki potensi besar untuk terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kerja sama pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih baik antarmasyarakat kedua negara," ujar Dr. Reza.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan dunia yang semakin terhubung menuntut perguruan tinggi untuk mampu membangun kerja sama lintas batas negara. Kolaborasi internasional, kata dia, akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kompetensi akademik, memperluas jaringan profesional, serta memperkaya pengalaman intelektual.
Lebih lanjut, Dr. Reza menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Oleh karena itu, kolaborasi internasional dalam bidang pengabdian masyarakat perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan program-program yang berdampak luas.
"Kami berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat berkembang menjadi program-program konkret yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat secara langsung," katanya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FTIK IAIN Kerinci, Eva Ardinal, M.A., menyampaikan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan institusi. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam jaringan akademik global.
Ia menilai kehadiran narasumber dari Iran memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan perspektif baru mengenai praktik pendidikan serta pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FTIK IAIN Kerinci untuk membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam menjalin kolaborasi global. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang," ujarnya.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Dr. Mohammad Reza Ebrahimi mengenai berbagai peluang kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Iran. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarperguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan diplomasi pendidikan.
Selain itu, Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Hadi Candra, S.Ag., M.Pd., turut menyampaikan materi mengenai peran perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional, melainkan perlu didukung oleh inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.
"Perguruan tinggi harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Untuk itu, kerja sama internasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari peluang kerja sama penelitian internasional, program pertukaran akademik, hingga pengembangan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi lintas negara. Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menunjukkan tingginya minat sivitas akademika terhadap program-program internasional yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Kegiatan yang berakhir menjelang siang itu diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama yang lebih luas antara IAIN Kerinci dan berbagai institusi pendidikan di Iran. Selain memperkuat hubungan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi IAIN Kerinci di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan International Community Service, IAIN Kerinci kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global. Dengan semakin luasnya jejaring internasional yang dibangun, kampus berharap dapat menghasilkan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
- Log in to post comments
